- Hamornisasi Raperbup RKPD Tahun 2027 dan Perubahan RKPD Tahun 2026
- Rapat Koordinasi Perubahan Kemampuan Keuangan Daerah Tahun 2026
- Rapat Koordinasi Peningkatan Target Kinerja Tahun 2026 dan 2027
- Bapperida Ikuti Persiapan Pemantauan Lapangan Alih Fungsi Lahan Sawah Terkait Pembangunan KDKMP
- Bapperida Purworejo Ikuti Harmonisasi Raperbup Perubahan Renstra PD Tahun 2025-2029
- Rekonsiliasi Iuran JKN-KIS Komponen TPP
- Bapperida Purworejo Hadiri Bimtek Dewan Pengawasan dan SPI BUMD
- Purworejo Mulai Susun Peta Potensi Investasi Daerah
- BAPPERIDA HADIRI UPACARA PERINGATAN HUT KE-76 SATPOL PP, HUT KE-64 SATLINMAS, DAN HUT KE-107 DAMKAR
- Apel Pagi Bapperida Purworejo: Kejar Target Semester I dan Lepas Mahasiswa Magang UMPWR
Anggarkan Rp 92 Juta Bantuan Operasional Pendidikan Inklusi, Pemerintah Kabupaten Purworejo Mengharapkan Peningkatkan Kualitas Pelayanan Pendidikan
Berita Terkait
- Sesi 3 Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan Daerah0
- Sesi 2 Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan Daerah0
- Pembukaan Bimbingan Teknis Perencanaan Pembangunan Daerah0
- Rapat Koordinasi Persiapan Verifikasi DLI Program IPDMIP di Jawa Tengah0
- Sekretariat Kabinet Menagih Komitmen Daerah Terhadap Dukungan Percepatan Pembangunan Pengembangan Kawasan Borobudur0
- Mempersiapkan Perubahan RKPD 2019 Bappeda Menyelenggarakan Desk Verifikasi Usulan Perubahan Rencana Kerja Perangkat Daerah0
- Bappeda Apel Pagi0
- Diaspora Purworejo di Jakarta Akan Menyelenggarakan Event Purworejo Fair 2019 dengan Tajuk Acara Experincing Purworejo0
- Pertemuan Orientasi dan Implementasi Pencegahan dan Penanganan Stunting bagi Petugas Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo0
- Paparan Penanganan Kumuh Skala Kawasan0
Berita Populer
- SURPRISE
- Sosialisasi Fraud Risk Assessment (FRA)
- Kemendagri Selenggarakan Sosialisasi Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah
- SOSIALISASI DAK NON FISIK TAHUN ANGGARAN 2021 BIDANG KESEHATAN
- Purworejo Ditunjuk Sebagai Salah Satu Percontohan Mapping Permendagri 90 Tahun 2019
- Bappedalitbang mengikuti Bimbingan Teknis Pemanfaatan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)
- KOORDINASI PEMANFAATAN TANAH GG
- LOWONGAN TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT (TPM) DAN KOORDINATOR TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT (KTPM) PROGRAM STRATEGIS IRRIGATION MODERNIZATION AND URGENT REHABILITATION PROJECT (SIMURP) PADA WILAYAH KERJA
- Sosialisasi Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2024
- Muatan Teknis Substansi Lembaga tentang Perencanaan Menjadi Bekal Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Purworejo

Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo menyelenggarakan sekolah inklusi pada berbagai jenjang pendidikan. Sekolah inklusi merupakan sekolah reguler yang menyediakan sarana dan prasarana serta guru pendamping anak berkebutuhan khusus, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar bersama-sama secara normal meskipun berdampingan dengan anak berkebutuhan khusus. Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga mengganggarkan bantuan operasional pendidikan inklusi sebesar Rp 92.084.000,00 di 11 SD dan 2 SMP, termasuk di antaranya SD N Bandungrejo, Kecamatan Bayan.
SD N Bandungrejo yang berada di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo memiliki 6 guru dan 2 tenaga kependidikan dengan peserta didik sejumlah 142 siswa yang diantaranya merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebanyak 32 siswa. Adapun sebagian besar siswa ABK tersebut merupakan tuna grahita, yakni anak dengan kemampuan intelektual dan kognitif yang berada di bawah rata-rata anak pada umumnya. Guru pendamping dihadirkan dalam kegiatan sekolah inklusi, terutama dalam menangani siswa ABK. Dalam proses pembelajaran, guru pendamping diharapkan dapat menularkan ilmunya pada guru-guru lain.
Bagi siswa, sekolah inklusi memiliki kemanfaatan yakni memahami perbedaan serta keberagaman sejak dini dan menurunkan terjadinya stigma pada ABK. Guru pun memperoleh manfaat dari model pendidikan seperti ini: mengembangkan kemampuan dalam menangani keberagaman siswa, baik keunikan, karakteristik, dan kebutuhannya, serta menumbuhkan empati terhadap siswa ABK. Sekolah inklusi memberikan peluang pemerataan pendidikan bagi semua kelompok masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.









