Bapperida Purworejo Gelar Bimtek Fitur Hilirisasi, SURPRISE Kini Hadir dengan Pembaruan Ketiga

By litbang 23 Jul 2026, 16:10:00 WIB BIDANG RIDA

Berita Terkait

Berita Populer

Bapperida Purworejo Gelar Bimtek Fitur Hilirisasi, SURPRISE Kini Hadir dengan Pembaruan Ketiga

Purworejo – Bapperida Kabupaten Purworejo menggelar Paparan Akhir Pembaruan Sistem Informasi untuk Riset, Pengembangan Riset, dan Inovasi Daerah (SURPRISE) sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan fitur hilirisasi hasil riset dan inovasi pada Kamis (23/7) di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapperida, perwakilan perangkat daerah, perguruan tinggi, serta tim pengembang dari Politeknik Sawunggalih Aji Purworejo.

Kepala Bidang Rida, Sri Palupi, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa SURPRISE telah memasuki pembaruan ketiga sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Pembaruan ini dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan tugas bidang riset dan inovasi, sekaligus menghadirkan sistem yang mampu mendokumentasikan, memantau, dan mengevaluasi pemanfaatan hasil riset maupun inovasi di Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan tersebut, tim pengembang memaparkan sejumlah pengembangan utama, di antaranya penyempurnaan tampilan antarmuka, integrasi pendaftaran melalui WhatsApp dan email, penambahan fitur berita, pengumuman, galeri, serta integrasi dengan berbagai portal data dan BRINPEDIA. Pembaruan terpenting adalah hadirnya fitur monitoring hilirisasi yang mencakup empat kategori, yaitu Krenova, Inovasi Perangkat Daerah, Riset Unggulan Daerah (RUD), dan Riset Perguruan Tinggi. Fitur ini memungkinkan pemantauan perkembangan pemanfaatan hasil riset dan inovasi secara berkelanjutan.

Melalui sesi bimbingan teknis, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pengisian data hilirisasi sesuai peran masing-masing. Perangkat daerah diarahkan untuk memperbarui status inovasi yang telah diterapkan, sementara perguruan tinggi didorong menginput data peneliti, hasil riset, serta perkembangan pemanfaatannya. Tingkat kemanfaatan hasil riset diukur menggunakan empat level, yaitu 25 persen, 50 persen, 75 persen, dan 100 persen, sehingga dapat memberikan gambaran sejauh mana hasil riset telah memberikan manfaat bagi masyarakat.