Purworejo Raih Skor 3,81 dalam Indeks Daya Saing Daerah 2025

By litbang 24 Feb 2026, 14:40:11 WIB BIDANG RIDA

Berita Terkait

Berita Populer

Purworejo Raih Skor 3,81 dalam Indeks Daya Saing Daerah 2025

Jakarta - Pelaksanaan Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 24 Februari 2026 di Gedung BJ Habibie Jakarta menegaskan posisi IDSD sebagai instrumen strategis berbasis data untuk memperkuat peran daerah dalam menopang daya saing nasional yang produktif dan inklusif. Dalam kegiatan tersebut, Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan bahwa IDSD bukanlah ajang kompetisi antardaerah, melainkan alat ukur objektif untuk membantu pemerintah daerah melakukan intervensi kebijakan yang tepat pada sektor riset, inovasi, kewirausahaan, dan penguatan human capital. Ia juga menegaskan pentingnya proyeksi teknologi jangka panjang hingga 2030–2040 agar kebijakan publik tidak tertinggal oleh laju perubahan teknologi yang eksponensial.

Dari sisi metodologi, Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN, Boediastoeti Ontowirjo, menjelaskan bahwa IDSD mengadopsi kerangka Global Competitiveness Index (GCI) yang disesuaikan dengan konteks Indonesia, terdiri atas empat komponen utama (lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi), yang dijabarkan dalam 12 pilar dan puluhan indikator terukur. Hasil IDSD 2025 menunjukkan tren peningkatan pada mayoritas provinsi dan kabupaten/kota, meskipun kesenjangan kapasitas antardaerah masih terlihat dari rentang skor yang cukup lebar.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bapperida Kabupaten Purworejo, Drs. Hery Raharjo, M.Si., hadir mewakili Bupati Purworejo untuk menerima sertifikat apresiasi atas capaian nilai IDSD 3,81 untuk Kabupaten Purworejo, berada di atas skor nasional yaitu 3,5. Pemberian sertifikat tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam memperkuat basis data dan mendukung sistem satu data nasional. Capaian skor 3,81 menempatkan Kabupaten Purworejo pada posisi yang menunjukkan daya saing yang relatif kuat, sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk penguatan lebih lanjut pada pilar-pilar strategis.




Video Terkait: