BAPPERIDA Mengikuti FGD Pengembangan Garam Purworejo di Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta

By sekretariat 17 Jun 2026, 21:44:43 WIB Sekretariat

Berita Terkait

Berita Populer

BAPPERIDA Mengikuti FGD Pengembangan Garam Purworejo di Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta

Keterangan Gambar : Garam


Yogyakarta, 17 Juni 2026 – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Garam Purworejo yang diselenggarakan di Ruang Gambuh, Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat *Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional* yang mengangkat tema *“Integrasi Pemanfaatan Air Tawar pada Produksi Garam Laut dengan Teknologi SWRO (Seawater Reverse Osmosis) sebagai Air Minum.”*

FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelaku usaha garam, akademisi, hingga peneliti yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pergaraman nasional. BAPPERIDA hadir melalui Sekretaris dan staf Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA). Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) beserta Kepala PLUT, Sekretaris Dinas DPMPTSP, Kabag Pembangunan, pelaku usaha garam, serta para peneliti di bidang pergaraman.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mendorong inovasi pengembangan garam berbasis teknologi. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo yang mengapresiasi berbagai upaya riset dan pendampingan dalam mendukung peningkatan produktivitas garam di daerah.

FGD dipandu oleh *Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU.* selaku moderator. Dalam sesi diskusi, para peserta memperoleh berbagai informasi dan perspektif mengenai pengembangan industri garam nasional melalui paparan dari sejumlah narasumber.

Paparan pertama disampaikan oleh **Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D.** dari Universitas Diponegoro dengan materi *“Kebutuhan dan Produksi Garam Nasional: Peluang dan Tantangan Pengembangan Garam Indonesia.”* Materi ini mengulas kondisi terkini produksi garam nasional serta berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan kemandirian garam Indonesia.

Selanjutnya, *Dr. Mohamad Zaki Mahasin, S.Pi., M.Pi.*, Koordinator Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, memaparkan materi mengenai *“Penerapan Teknologi SWRO untuk Produksi Garam dan Penyediaan Air Bersih.”* Teknologi SWRO dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung efisiensi produksi garam sekaligus menyediakan air bersih bagi masyarakat di wilayah pesisir.

Sesi berikutnya menghadirkan pengalaman praktik lapangan dari **Kugar Pendowo Limo** yang memaparkan pengembangan produk garam dan berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam meningkatkan nilai tambah produk pergaraman.

Diskusi berlangsung secara menarik dan dinamis. Para peserta aktif menyampaikan pandangan, pengalaman, serta berbagai masukan terkait strategi pengembangan garam yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan pelaku usaha, hingga peluang pengembangan produk turunan garam yang bernilai ekonomi tinggi.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan sektor pergaraman, khususnya di Kabupaten Purworejo. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan produktivitas, inovasi teknologi, serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan FGD, peserta melaksanakan kunjungan lapangan ke wilayah Grabag, Kabupaten Purworejo, untuk melihat secara langsung kondisi dan potensi pengembangan usaha garam di kawasan tersebut. Kunjungan lapangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan garam yang lebih efektif dan berkelanjutan.