Rapat Koordinasi dan Pendampingan Pengisian Kuesioner SOP Manajemen Mitigasi Risiko Banjir Perkotaan serta Training Need Assessment (TNA) di Kabupaten Purworejo

By ADMINBAPPEDA 14 Jun 2026, 21:05:16 WIB Bidang PSDAIK

Berita Terkait

Berita Populer

Rapat Koordinasi dan Pendampingan Pengisian Kuesioner SOP Manajemen Mitigasi Risiko Banjir Perkotaan serta Training Need Assessment (TNA) di Kabupaten Purworejo

Keterangan Gambar : Rapat TNA


Purworejo, 9–10 Juni 2026 — Dalam rangka mendukung upaya pengurangan risiko banjir perkotaan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, Tim TePIS melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dan Pendampingan Pengisian Kuesioner SOP Manajemen Mitigasi Risiko Banjir Perkotaan serta Training Need Assessment (TNA) Pelatihan Peningkatan Partisipasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat di Kabupaten Purworejo.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 9 Juni 2026 diawali dengan rapat koordinasi bersama perangkat daerah terkait. Dalam pertemuan tersebut, Tim TePIS menyampaikan tujuan, ruang lingkup, serta mekanisme pengisian kuesioner yang akan digunakan sebagai instrumen pengumpulan data dan informasi. Setelah rapat koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pengisian kuesioner kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memperoleh data yang dibutuhkan dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Mitigasi Risiko Banjir Perkotaan serta identifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas pemangku kepentingan.

Pada tanggal 10 Juni 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pengisian kuesioner TNA kepada perwakilan masyarakat di sejumlah lokasi sasaran. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Bapperida Kabupaten Purworejo turut mendampingi Tim TePIS dalam proses pengumpulan data di beberapa wilayah, yaitu Ketangi (RW) Kecamatan Purwodadi, Bapangsari (RT) Kecamatan Bagelen, Girirejo (RW) Kecamatan Ngombol, Rowodadi (Kepala Dusun) Kecamatan Grabag, serta Kedungmulyo (PKK).

Kehadiran Bapperida dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam proses identifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat terkait pengurangan risiko banjir perkotaan. Melalui pengisian kuesioner ini, tim berupaya menggali informasi mengenai kebutuhan pelatihan, tingkat pemahaman masyarakat, serta pengalaman yang dimiliki dalam menghadapi potensi risiko banjir di lingkungan masing-masing.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi yang komprehensif sebagai dasar penyusunan rekomendasi penguatan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat. Selain itu, hasil kajian ini diharapkan mampu mendukung perencanaan program yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan partisipasi, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap risiko banjir perkotaan di Kabupaten Purworejo.