Bapperida Perkuat Kematangan Inovasi Kecamatan Melalui Desk Rancang Bangun 2026

By litbang 03 Mar 2026, 13:12:58 WIB BIDANG RIDA

Berita Terkait

Berita Populer

Bapperida Perkuat Kematangan Inovasi Kecamatan Melalui Desk Rancang Bangun 2026

Purworejo - Setelah berlangsung sepekan, Bapperida Kabupaten Purworejo melalui Bidang Riset dan Inovasi Daerah (Rida) melanjutkan kegiatan Desk Rancang Bangun Inovasi Perangkat Daerah Tahun 2026 (2/3/) untuk perangkat daerah kecamatan. Kegiatan ini diikuti oleh enam kecamatan, yaitu Kecamatan Grabag, Ngombol, Purworejo, Butuh, Pituruh, dan Kemiri. Masing-masing kecamatan memaparkan rancang bangun inovasi yang akan dikembangkan pada tahun 2026, sekaligus menerima masukan teknis dari tim verifikator.

Pada sesi Kecamatan Grabag, inovasi Kakao Berdaya diarahkan untuk lebih fokus pada pemberdayaan kelompok tani dan penguatan pemasaran pupuk organik berbasis eceng gondok. Sementara inovasi terkait optimalisasi PBB disarankan memperjelas metode pembaharuan dan sasaran desa dengan piutang pajak.

Kecamatan Ngombol diminta mempertegas fokus dan permasalahan yang ingin diselesaikan dalam inovasi yang diajukan, serta memperbaiki narasi rancang bangun agar lebih operasional dan realistis untuk dijalankan.

Pada paparan Kecamatan Purworejo, inovasi diarahkan untuk memiliki fokus yang lebih terarah dan berkelanjutan, termasuk penajaman peran kelompok sasaran serta integrasi aspek pengentasan kemiskinan. Metode pembaharuan juga diminta tidak bersifat abstrak, melainkan menunjukkan mekanisme kerja yang konkret.

Kecamatan Butuh memperoleh masukan agar inovasi benar-benar lahir dari permasalahan riil wilayah. Program yang sudah menjadi kebijakan nasional tidak dapat diklaim sebagai inovasi daerah. Tim mendorong lahirnya inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi lintas pihak.

Di Kecamatan Pituruh, inovasi yang dipaparkan dinilai belum memenuhi unsur kebaruan dan belum menunjukkan hubungan yang kuat antara permasalahan dan solusi yang ditawarkan. Alternatif inovasi diarahkan pada manajemen agenda wilayah secara terintegrasi serta fasilitasi UMKM berbasis pemanfaatan sarana prasarana dan teknologi.

Sementara itu, Kecamatan Kemiri melalui inovasi MONIKA DEKEM mendapatkan arahan untuk menggeser fokus dari sekadar digitalisasi pendataan menjadi analisis data desa untuk kepentingan monitoring dan evaluasi. Digitalisasi ditegaskan sebagai alat, bukan inti inovasi. Pemanfaatan data SISKEUDES disarankan sebagai basis penguatan sistem analisis dan pengambilan keputusan.