- Sinergikan Program Pengentasan Kemiskinan, Bapperida Purworejo Selenggarakan Koordinasi, Audit Kinerja, dan Sosialisasi Inovasi Forum Perencanaan Teknokratik (Forum Cantik) Tahun 2026
- Apel Pagi Bapperida Kabupaten Purworejo Tanggal 27 Juli 2026
- Evaluasi UCJ Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah dan BPJS Ketenagakerjaan
- Bapperida Purworejo Ikuti Rapat Koordinasi Kepegawaian Tahun 2026
- Bapperida Purworejo Gelar Bimtek Fitur Hilirisasi, SURPRISE Kini Hadir dengan Pembaruan Ketiga
- Bapperida Kabupaten Purworejo Hadiri Sosialisasi Peraturan BRIN Nomor 3 Tahun 2025
- Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bapperida Kabupaten Purworejo Gelar Upacara Bendera
- BRIDA Jawa Tengah Selenggarakan Harmonisasi Ekosistem Inovasi
- Bapperida Dorong Perangkat Daerah Tingkatkan Kualitas Inovasi Melalui Evaluasi Semester I 2026
- Bapperida Jalin Kerja Sama dengan Fakultas Ekonomi UMP Perkuat Pembangunan Berbasis Riset
Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Tengah
Berita Terkait
- Bapperida Ikuti Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 20260
- Rakortekrenbang Provinsi Jawa Tengah0
- Rapat Koordinasi Penyusunan Draft Peta Proses Bisnis Kabupaten Purworejo0
- Rapat Koordinasi Penyusunan Rancangan Akhir RKPD Tahun 20270
- Pemerintah Kabupaten Purworejo Laksanakan Musrenbang RKPD 20270
- Persiapan Musrenbang RKPD tingkat Kabupaten0
- Rapat Koordinasi Penyusunan Kertas Kerja Usulan Hibah, Bansos, dan Bankeu TA 20270
- Pengusulan Kegiatan Bankeu dan Sektoral ke Provinsi Jawa Tengah0
- Sosialisasi Input Usulan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah (e-Rembugan) 0
- Forum Lintas Perangkat Daerah: Strategi Kolaboratif dalam Pengentasan Kemiskinan0
Berita Populer
- SURPRISE
- Sosialisasi Fraud Risk Assessment (FRA)
- Kemendagri Selenggarakan Sosialisasi Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah
- SOSIALISASI DAK NON FISIK TAHUN ANGGARAN 2021 BIDANG KESEHATAN
- Purworejo Ditunjuk Sebagai Salah Satu Percontohan Mapping Permendagri 90 Tahun 2019
- Bappedalitbang mengikuti Bimbingan Teknis Pemanfaatan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)
- KOORDINASI PEMANFAATAN TANAH GG
- LOWONGAN TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT (TPM) DAN KOORDINATOR TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT (KTPM) PROGRAM STRATEGIS IRRIGATION MODERNIZATION AND URGENT REHABILITATION PROJECT (SIMURP) PADA WILAYAH KERJA
- Sosialisasi Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2024
- Muatan Teknis Substansi Lembaga tentang Perencanaan Menjadi Bekal Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Purworejo

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027 pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Masyarakat Jawa Tengah secara luas perlu berkontribusi dalam perencanaan pembangunan Jawa Tengah ya
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menerima 37.054 usulan maupun masukan program selama proses Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2027. Nilai usulan itu mencapai Rp37,8 triliun. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menyebutkan, gelombang usulan tersebut didominasi kebutuhan dasar di tingkat desa hingga kabupaten/ kota, terutama sektor infrastruktur. “Usulan terbanyak berasal dari bantuan keuangan pemerintah desa untuk infrastruktur, mencapai lebih dari 23 ribu usulan,” ujarnya, dalam forum Musrenbang, di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (28/4/2026). Sekda menambahkan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 masih bersifat dinamis. Pemerintah membuka ruang koreksi dan penyempurnaan melalui partisipasi publik dan pemangku kepentingan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, forum Musrenbang harus benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar agenda rutin perencanaan. “Semoga Musrenbang Provinsi Jawa Tengah ini benar-benar berdampak kepada masyarakat. Forum ini sangat strategis untuk menyelaraskan aspirasi, baik yang disampaikan melalui DPRD maupun langsung dari masyarakat, termasuk para kepala desa yang mengikuti secara daring,” ujarnya. Gus Yasin, sapaannya menekankan, seluruh masukan dari berbagai sektor akan menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan 2027. Walakin, pemerintah provinsi sudah menetapkan fokus utama, yakni penguatan sektor pariwisata dan ekonomi syariah.
Musrenbang ini turut melibatkan berbagai kelompok strategis, mulai dari kepala daerah di 35 kabupaten/kota hingga forum anak dan disabilitas, guna memastikan perencanaan pembangunan 2027 berjalan inklusif dan menjawab kebutuhan riil masyarakat.









