- Sinergikan Program Pengentasan Kemiskinan, Bapperida Purworejo Selenggarakan Koordinasi, Audit Kinerja, dan Sosialisasi Inovasi Forum Perencanaan Teknokratik (Forum Cantik) Tahun 2026
- Apel Pagi Bapperida Kabupaten Purworejo Tanggal 27 Juli 2026
- Evaluasi UCJ Jawa Tengah Perkuat Sinergi Pemerintah Daerah dan BPJS Ketenagakerjaan
- Bapperida Purworejo Ikuti Rapat Koordinasi Kepegawaian Tahun 2026
- Bapperida Purworejo Gelar Bimtek Fitur Hilirisasi, SURPRISE Kini Hadir dengan Pembaruan Ketiga
- Bapperida Kabupaten Purworejo Hadiri Sosialisasi Peraturan BRIN Nomor 3 Tahun 2025
- Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bapperida Kabupaten Purworejo Gelar Upacara Bendera
- BRIDA Jawa Tengah Selenggarakan Harmonisasi Ekosistem Inovasi
- Bapperida Dorong Perangkat Daerah Tingkatkan Kualitas Inovasi Melalui Evaluasi Semester I 2026
- Bapperida Jalin Kerja Sama dengan Fakultas Ekonomi UMP Perkuat Pembangunan Berbasis Riset
Bapperida Purworejo Paparkan Kebijakan dan Strategi Pengembangan Potensi Pertanian dan Perikanan di FGD JASELA Purwokerto
Berita Terkait
- Bapperida Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik dan Penguatan Inovasi Daerah0
- Berita Acara Rekonsiliasi SPJ bulan April 20260
- Bapperida Hadiri Pelantikan Pejabat Struktural dan Pengukuhan Kepala Puskesmas0
- Bapperida ikuti Rapat Sosialisasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online0
- Layanan Cek Kesehatan Gratis Hadir di Bapperida Purworejo, ASN Antusias Periksa Diri0
- Apel Pagi Bapperida Dorong Kinerja Ngebut, Integritas Tetap Kuat!0
- Rapat Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko Bapperida Purworejo 20260
- Bapperida Purworejo Ikuti Sosialisasi Manajemen Energi dan Pelatihan Aplikasi POME0
- Akselerasi Sektor Pariwisata, Bapperida ikuti FGD NA dan Raperda Pariwisata Komisi III DPRD0
- Bapperida Gandeng Inspektorat dalam Sosialisasi Anti Korupsi, Gratifikasi, dan Benturan Kepentingan0
Berita Populer
- SURPRISE
- Sosialisasi Fraud Risk Assessment (FRA)
- Kemendagri Selenggarakan Sosialisasi Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah
- SOSIALISASI DAK NON FISIK TAHUN ANGGARAN 2021 BIDANG KESEHATAN
- Purworejo Ditunjuk Sebagai Salah Satu Percontohan Mapping Permendagri 90 Tahun 2019
- Bappedalitbang mengikuti Bimbingan Teknis Pemanfaatan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)
- KOORDINASI PEMANFAATAN TANAH GG
- LOWONGAN TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT (TPM) DAN KOORDINATOR TENAGA PENDAMPING MASYARAKAT (KTPM) PROGRAM STRATEGIS IRRIGATION MODERNIZATION AND URGENT REHABILITATION PROJECT (SIMURP) PADA WILAYAH KERJA
- Sosialisasi Arah Kebijakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2024
- Muatan Teknis Substansi Lembaga tentang Perencanaan Menjadi Bekal Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Purworejo

Pada hari Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Hotel Java Heritage Purwokerto, telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kebijakan dan Strategi Pengembangan Potensi Pertanian dan Perikanan untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan di Wilayah Barlingmascakeb dan Purwomanggung Jawa Selatan (JASELA)”.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat sinergi antarwilayah dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan nasional. Dalam perspektif kebijakan pangan nasional, Provinsi Jawa Tengah ditetapkan sebagai salah satu daerah penumpu pangan nasional sehingga diperlukan kolaborasi lintas daerah untuk menjaga keberlanjutan kemandirian pangan.
Anggota DPD RI Perwakilan Jawa Tengah, Dr. H. Abdul Kholik, mengajak seluruh Bappeda/Bapperida wilayah Jawa Selatan untuk meningkatkan kolaborasi antarwilayah dalam mewujudkan kebijakan daerah sebagai penyangga pangan nasional.
Acara diawali dengan pengantar dari Dr. H. Abdul Kholik, kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Bank Indonesia Purwokerto. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bapperida dari sejumlah kabupaten di kawasan JASELA yaitu Barlingmascakeb terdiri dari Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen, serta Purwomanggung terdiri dari Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung.
Bapperida Kabupaten Purworejo hadir diwakili oleh Sekretaris, Kabid PSDAIK beserta tim. Dalam paparannya, Bapperida Purworejo menyampaikan potensi besar sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Purworejo yang didukung kondisi topografi wilayah yang terbagi menjadi tiga kawasan utama.
Wilayah utara didominasi sektor perkebunan, wilayah tengah menjadi sentra tanaman pangan seluas sekitar 30.000 ha sekaligus kawasan hortikultura. Kecamatan Kemiri bahkan dikenal sebagai kampung hortikultura dengan jutaan bibit yang siap disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, wilayah selatan dengan garis pantai sepanjang 21 kilometer menjadi pusat sektor perikanan dan kelautan. Sektor peternakan tersebar di seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo. Kabupaten Purworejo juga tercatat mengalami surplus beras hingga 75 persen setiap tahunnya dan memiliki potensi besar pada sektor perikanan laut maupun perikanan tangkap.
Potensi produksi garam juga berkembang di Pantai Jetis dan sekitarnya dengan dukungan 22 Rumah Tangga Produksi (RTP), produksi mencapai 4,4 ton, serta menyerap sekitar 560 tenaga kerja sektor perikanan. Di sisi lain, berbagai event internasional telah beberapa kali digelar di kawasan pantai Purworejo, meskipun masih diperlukan dukungan infrastruktur untuk menunjang pengembangan sektor wisata dan ekonomi pesisir.
Dalam forum tersebut, kabupaten lain turut memaparkan kebijakan dan strategi pengembangan sektor pertanian dan perikanan di daerah masing-masing, termasuk kendala dan tantangan implementasi kebijakan, kebutuhan infrastruktur dan teknologi, capaian pembangunan, serta potensi komoditas unggulan daerah.
Diskusi berlangsung dinamis dan menghasilkan berbagai masukan strategis terkait penguatan kawasan JASELA sebagai penyangga ketahanan pangan nasional.
Di akhir kegiatan, Dr. H. Abdul Kholik menyampaikan bahwa akan dilaksanakan pertemuan lanjutan bersama Bulog, KAI, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan kerangka besar JASELA sebagai kawasan penyangga ketahanan pangan.
Ke depan, pemerintah daerah di kawasan Barlingmascakeb yang meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen, serta kawasan Purwomanggung yang terdiri atas Purworejo, Wonosobo, Magelang, dan Temanggung akan kembali diundang untuk memperkuat sinergi kebijakan antarwilayah dalam mendukung kemandirian pangan di Jawa Tengah bagian selatan.









