Rapat Koordinasi Bunda Literasi 2026: Perkuat Sinergi Wujudkan Jawa Tengah Maju Berkelanjutan

By bidang_epw 12 Feb 2026, 10:59:12 WIB Bidang PPM

Berita Terkait

Berita Populer

Rapat Koordinasi Bunda Literasi 2026: Perkuat Sinergi Wujudkan Jawa Tengah Maju Berkelanjutan

Semarang – Bapperida Kabupaten Purworejo hadi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda Literasi Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (3/2/2026). 

Rakor mengusung tema “Sinergi Bunda Literasi untuk Jawa Tengah Maju Berkelanjutan” dan dihadiri oleh Bunda Literasi Kabupaten/Kota, Dinas Perpustakaan Kabupaten/Kota, Kwartir Cabang (Kwarcab), TP PKK se-Provinsi Jawa Tengah, serta DPRD dan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota dalam memperkuat ekosistem literasi daerah. Selain itu, rakor juga menjadi forum untuk menyelaraskan visi dan misi program literasi, menguatkan peran strategis Bunda Literasi, mengidentifikasi tantangan dan peluang literasi berbasis kearifan lokal, serta merumuskan rencana aksi kolaboratif.

Acara dibuka oleh Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Ibu Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si., yang dalam arahannya menegaskan peran strategis Bunda Literasi sebagai penggerak, kolaborator, edukator, dan motivator literasi di tengah masyarakat. Bunda Literasi memiliki peran penting dalam menumbuhkan dan menguatkan budaya literasi masyarakat guna membangun ekosistem literasi Jawa Tengah yang unggul dan berkarakter. 

Ia juga memaparkan sejumlah isu strategis dalam pembudayaan gerakan literasi di Jawa Tengah, di antaranya minat dan budaya baca yang belum merata, keterbatasan akses bahan bacaan berkualitas, akses literasi digital yang belum merata, keterbatasan sarana dan prasarana, terbatasnya SDM pengelola perpustakaan, kurangnya integrasi kearifan lokal, serta kebijakan dan anggaran yang belum optimal.

Saat ini, tercatat sebanyak 7.621 perpustakaan kelurahan/desa telah berdiri di Jawa Tengah dan diharapkan setiap desa maupun kelurahan benar-benar memiliki serta mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat.

Adapun arah kebijakan Bunda Literasi Jawa Tengah meliputi pengembangan literasi digital, penguatan microlibrary dan ruang baca, kolaborasi dengan komunitas literasi, penguatan peran perpustakaan desa/kelurahan, pembentukan relawan literasi masyarakat, literasi berbasis sosial dan taman, literasi berbasis budaya, serta program “Satu Desa/Kelurahan Satu Perpustakaan”.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI, Dr. Adin Bondar, M.Si., yang hadir secara daring, menekankan bahwa tingginya tingkat literasi berdampak signifikan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

“Daerah dengan tingkat literasi yang tinggi cenderung memiliki angka kemiskinan dan angka kematian yang lebih rendah, ekonomi yang lebih kuat, serta partisipasi masyarakat yang lebih tinggi. Pada akhirnya, kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat pun meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Bunda Literasi merupakan figur simbolis sekaligus strategis dalam membudayakan kegemaran membaca melalui peran aktif di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas. Peran tersebut dapat diintegrasikan dengan program Posyandu, PKK, dan Bunda PAUD.

Selain itu, kegiatan juga menghadirkan motivator Novel Windo, S.Si., M.M., yang memberikan penguatan semangat dan motivasi kepada para peserta untuk terus berinovasi dalam mengembangkan program literasi di daerah masing-masing.

Melalui rakor ini, diharapkan Bunda Literasi Kabupaten/Kota semakin solid dalam bersinergi dan berkolaborasi, sehingga mampu menguatkan budaya literasi masyarakat dan mewujudkan ekosistem literasi Jawa Tengah yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.