Studi Referensi Pengolahan Pasca Panen Tanaman Tembakau

By ADMINBAPPEDA 11 Agu 2026, 10:30:42 WIB Sekretariat

Berita Terkait

Berita Populer

Studi Referensi Pengolahan Pasca Panen Tanaman Tembakau

BOYOLALI – Pada Senin, 10 Agustus 2026 dilaksanakan studi referensi pengolahan pasca panen tanaman tembakau, Bapperida ikut hadir bersama dengan tim Sekretariat DBHCHT serta DKPP Kabupaten Purworejo. Kegiatan dilaksanakan melalui kunjungan lapangan ke lahan anggota kelompok tani Margo Tani, Boyolali dan di lanjutkan pertemuan dengan acara pemaparan mengenai pengelolaan tembakau melalui sistem jantur dan diskusi. Peserta memperoleh gambaran praktik pengelolaan tembakau yang dilakukan secara terarah untuk menghasilkan bahan baku dengan mutu yang sesuai kebutuhan pasar.

Sistem jantur adalah menggunakan teknik penggantungan daun tembakau sebagai bagian penting dalam proses pasca panen, dengan varietas yang digunakan adalah Gembreng Kenongo. Tembakau jantur diminati sebagai bahan campuran atau racikan pendukung produk rokok kretek filter, terutama oleh pabrikan besar di wilayah sentra industri seperti Kudus, Kediri, dan Malang. Terdapat prospek permintaan dari industri hasil tembakau (IHT) terhadap tembakau jantur/gantangan dan mutu yang dihasilkan. Kebutuhan tembakau jantur diproyeksikan meningkat sebagai salah satu bahan pendukung penyesuaian formulasi produk rokok berfilter.

Studi tiru di Desa Kembangkuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali,  memberikan tambahan wawasan mengenai pengelolaan pasca panen tembakau dengan sistem jantur. Kemitraan yang terarah antara kelompok tani dengan pembeli/pabrikan dapat memberikan kepastian pasar dan mendorong keberlanjutan usaha tani.