Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Purworejo

By bidang_epw 13 Mar 2026, 08:21:20 WIB Bidang PPM

Berita Terkait

Berita Populer

Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Purworejo

PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting di Ruang Arahiwang Setda, Kamis (12/3/2026). Pertemuan lintas sektoral ini bertujuan untuk mempertajam strategi penanganan stunting guna mengejar target prevalensi nasional sebesar 14 persen.

Wakil Bupati Purworejo yang memimpin langsung jalannya acara menekankan bahwa penanganan stunting merupakan isu strategis yang memerlukan perhatian dari segala aspek. Berdasarkan data surveilans tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Purworejo masih berada di angka 16,25 persen, sehingga diperlukan langkah konkret untuk mencapai target 14,40 persen pada tahun 2025 dan target nasional 14 persen di masa mendatang.

Tantangan Struktural dan Operasional Dalam paparannya, Sekretariat Daerah Purworejo menyoroti sejumlah tantangan dalam pelaksanaan aksi konvergensi. Beberapa di antaranya adalah pemahaman esensi program yang belum merata serta koordinasi antarperangkat daerah yang belum optimal. Pelaksanaan aksi konvergensi mencakup analisis situasi hingga penilaian hasil monitoring dan evaluasi. Kita perlu memastikan intervensi layanan benar-benar fokus pada kelompok sasaran. 

Di sisi lain, Kepala Bapperida Purworejo, Drs. Hery Raharjo, M.Si., mengungkapkan bahwa Kecamatan Bruno saat ini menjadi wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Purworejo, yakni mencapai 24,36 persen. Sebagai langkah percepatan di tahun 2026 dan 2027, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk belanja Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK).

Intervensi Kesehatan dan Kendala Lapangan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) melalui dr. Nursalim melaporkan berbagai intervensi yang telah berjalan, mulai dari skrining anemia pada remaja putri hingga pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Meski demikian, pihak Dinkesda mengakui adanya kendala di lapangan, seperti keterbatasan anggaran intervensi terhadap ibu hamil KEK dan balita bermasalah gizi serta masih adanya penolakan dari masyarakat untuk merujuk balita stunting ke rumah sakit.

Arahan Strategis Wakil Bupati Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi, memberikan arahan tegas untuk mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna membantu penanganan kasus di lapangan untuk sasaran 3B yang terdiri dari Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (anak usia 0-5 tahun) non-PAUD. Beliau juga menyoroti kaitan erat antara angka pernikahan dini dan putus sekolah dengan peningkatan angka stunting, khususnya di wilayah seperti Kecamatan Bruno. Dana desa tidak bisa lagi dapat terus diandalkan dalam mengintervensi ibu hamil KEK dan balita bermasalah gizi melihat jumlahnya yang semakin terbatas. Selain itu, diperlukan kolaborasi dengan organisasi non-pemerintah dan peningkatan peran puskesmas dalam mengedukasi masyarakat secara masif terkait kesehatan reproduksi dalam rangka pencegahan pernikahan dini yang menjadi salahsatu penyebab lahirnya balita stunting.

Rapat Pra Musrenbang ini ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Purworejo melalui langkah-langkah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.